Punya Kunci?

Posted by Leila Husna On Minggu, 14 April 2013 0 komentar

Cieeee yang lagi dag dig dug karna besok UN ~
Cieeee yang lagi kewalahan belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) ~
Cieeee yang lagi ribet kesana-kesini nyari kunci jawaban ~
Cieeee yang tenang-tenang aja karena udah dapet kunci jawaban ~

Yang besok UN tapi nggak ngerasa tertohok dengan ciee-ciee diatas, berarti ada 3 kemungkinan :
1. udah nyicil belajar dan udah siap menghadapi UN >> *applause*
2. mau ada UN kek, mau nggak kek, nggak peduli! >> *miris*
3. UN diundur >> *puk puk*

Ngomongin tentang UN,  jadi inget kejadian 2 tahun lalu yang sempet bikin bete abisss. Jadi gini, 3 hari sebelum UN, aku dapet sms dari temenku yang beda SMA. Isi smsnya gini "Lel, minta kunci UN dong" aku cuma mikir, ini kunci apa yaa? Dengan polos aku bales "kunci UN tahun lalu? waah nggak punya."  dan aku speechless begitu baca sms balesan dari dia "bukanlah, kunci UN tahun ini".

Sejak hari itu, hapeku jadi rame. Banyak temen-temen lama yang udah 3 tahun nggak ketemu, mulai dari si A sampe si Z, sms ke nomerku dengan pertanyaan yang intinya sama "punya kunci UN?" dan setelah itu pertanyaannya berlanjut "pas ujian kamu bawa HP nggak?". Setiap baca sms dari mereka, ekspresiku selalu bengong, dan mikir kok smsnya ke aku? apa mukaku kelihatan kayak tampang-tampang kriminal, tampang-tampang bandar kunci, gitu? Atau emang merekanya yang sms ke semua orang tanpa pandang bulu?

Setelah aku kroscek ke temen-temen, ternyata nggak cuma aku yang diteror pertanyaan "punya kunci nggak?". Si Nia Beta juga ditanyain gitu sama temen-temennya, ckck. Bahkan mereka heran begitu tau kalo Nia Beta nggak beli kunci, padahal se-sekolahan mereka aja iuran buat beli kunci :o

Satu jam sebelum UN, teman baikku (dari SMA lain) tiba-tiba sms aku. "Kodemu apa? Minta kunci nggak?" dengan baiknya dia nawarin kunci jawaban yang dia beli sama temen-temen di sekolahnya. Dia nawarin gratis, bahkan tanpa aku minta. Sempet terbesit pengen nge-iya-in, tapi habis itu mikir, ngapain aku capek-capek sekolah 3 tahun kalo pada akhirnya aku pake kunci jawaban buat ngejar kelulusan? Dan tanganku langsung bergerak membalas sms "kodeku E. Nggak usah, makasih ya" . Entahlah, tapi ada perasaan lega saat aku menekan tombol kirim.

Hari kedua UN, Nia Beta cerita kalo temen-temennya yang beli kunci lagi kena musibah. Si Penjual Kunci ditangkap polisi, alhasil mereka harus berjuang sendiri hari itu. Dan jahatnya, spontan aku ketawa sambil bilang "makan tuh kunci, makan tuh Kimia". Besoknya, diluar dugaan, si Nia Beta cerita lagi kalo temen-temennya nggak jadi berjuang sendiri, mereka udah dapet kunci jawaban dari penjual kunci lain, wow siaga juga ya mereka -____-

Penasaran dengan praktik kecurangan, aku search "kunci un" di twitter. Dan ternyata erre mengejutkan sekali sodara-sodara seperjuangan se-tanah air. Secara terang-terangan banyak yang mengaku pada beli kunci. Secara frontal pun ada yang menawarkan kunci UN dengan mengetwit "yang mau beli kunci mention aku aja. Dijamin Lulus!" dan yang mention banyak lho -___- . Ada juga yang ngetwit "aku beli kunci 75rb" dan di retweet "mahal, angkatanku aja dulu 70rb" eh diretweet lagi sama orang lain "aku cuma 20rb tuh" LOL, kelulusan bagi mereka hanya senilai puluhan ribu rupiah, sangat amat nggak sebanding dengan biaya sekolah selama 3 tahun, buku untuk 3 tahun, belum lagi kalo ada yang les, dll. Udah capek-capek sekolah 3 tahun tapi ujung-ujungnya pake kunci jawaban UN itu....mubadzir tauuuu. Kenapa nggak sekalian aja bolos selama 3 tahun dan cukup dateng pas UN? Sama-sama dapet nilai bagus, sama-sama lulus, tapi bisa irit waktu, irit tenaga, irit biaya sekolah, iya kan??

Ini cuma sudut pandangku aja sih, yang terima ya monggo, nggak terima ya monggo. Setiap orang berhak punya pandangan dan pilihan masing-masing, kan? Dan sebenarnya, secara nggak langsung aku berterimakasih pada oknum-oknum yang memilih pake kunci jawaban. Karena berkat mereka aku punya motivasi yang kuat untuk bersaing di SNMPTN. Jujur, waktu itu aku bete banget sama mereka-mereka, dan di puncak ke-betean-ku aku menulis di salah satu post yang hanya berujung di tumpukan draf blog. Dan ini adalah paragraf terakhir dari tulisan itu :

"Kalo dengan tidak jujur kalian bisa mendapatkan apa yang kalian inginkan, ya udah nggak papa kalian menang dalam Ujian Nasional, tapi kami akan tetap menunggu di ajang SNMPTN untuk bersaing secara sehat. Kita buktikan apakah kemenangan itu masih berada pada kalian? atau berpihak pada kami? (amin) :)"

Dan kalimat ini manjur sekali sodara-sodara...aku lolos SNMPTN :D  yaaaah meskipun pada akhirnya takdirku nggak kuliah di PTN :)

So, buat adek-adek kelas 12 SMA yang besok akan berjuang dalam Ujian Nasional, percaya diri aja laaah. Buktikan kalo kalian belajar selama 3 tahun itu ada hasilnya. Asalkan kalian belajar dan berdoa, insyaAllah bisa lah melewati UN ;)  Kalo lulus dan nilainya bagus karna pake kunci, yakin bisa merasa puas?? Ada Allah kok yang amat sangat jauh lebih hebat dari kunci jawaban. Minta deh 'kunci jawaban' sama Allah, dijamin lebih tokcer! Nggak percaya? Coba aja! ;)

"sabaar, naik sepeda lebih puas" - Tegar Abieza, my ex classmate

0 komentar:

Poskan Komentar