51 Tahun

Posted by Leila Husna On Sabtu, 28 Juni 2014 0 komentar

Sebelum hari ini berganti, Selamat Ulang Tahun ke-51 Ibu :*
Love you more, more, and more.

FYI, Ibuku ini udah macem kayak pacar yang tiap berapa jam sekali selalu sms "lagi apa?" dan kalo jawab kudu lengkap, kalo nggak lengkap, begini jadinya...

Ibu : lagi apa?
Aku : lagi makan bu
Ibu : makan sama apa?
Aku : sama nasi goreng bu
Ibu : makan dimana? sama siapa? *Tiba-tiba langsung kebayang lagunya Kangen Band, kamu dimana ~ dengan siapa ~
Aku : di kos bu, sendirian. Ibu lagi apa?

Makanya, biar cepet, tiap Ibu tanya "lagi apa?" sebisa mungkin aku bales lengkap seperti ini "lagi makan bu, makan sama nasi goreng, di kos, sendirian. Ibu lagi apa?"

Itu baru 1 pertanyaan ya, seringnya sih Ibu langsung tanya lengkap dalam 1 sms, udah macem diinterogasi aja : "lagi apa? besok kuliah jam berapa? udah makan? nanti ada ngaji? blablabla?". Sampe aku kelimpungan balesnya. Kalo ada pertanyaan yang terlewat nggak ku jawab, Ibu akan menanyakan lagi di sms berikutnya. Sampe kadang harus ngecek berkali-kali bahwa jawabanku udah mencakup semua pertanyaan dari Ibu sebelum aku pencet tombol "send". Yah, bisa dibayangkan betapa panjangnya balasanku, haha

Pokoknya tiap hari selalu smsan sama Ibu. Kalo aku nggak bales sms, pasti Ibu akan mengirim sms yang sama 2-3 kali. Terus telpon gitu. Jadi kalo satu hari nggak ada sms dari Ibu, berasa ada yang kuraaaang.

Nah hari ini, Ibuku ulang tahun. Sebenernya pengen ngucapin selamat ulang tahun ke Ibu jam 12 malem. Tapi karena jam segitu Ibu pasti udah tidur dan aku nggak mau ngebangunin Ibu, jadi aku berencana untuk ngucapin di pagi hari. Tapi, sayang kenyataan tidak sesuai rencana, aku bangun kesiangan. Dan begitu bangun, buka hape, ada 2 sms dari Ibu.

Pesan 1 : Ini hari apa? Tanggal berapa? Ada apa?
Pesan 2 : Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu...

Jarak antar pesan 1 dan pesan 2 hampir setengah jam. Sepertinya Ibu berniat mengingatkanku bahwa ada sesuatu yang spesial pada hari ini, tapi karena aku nggak balas-balas, jadi Ibu mengingatkanku lagi dengan ucapan selamat ulang tahun yang lebih jelas. Sepertinya Ibu benar-benar menungguku, duh bu, maaaaap. Tapi geli juga sih baca sms Ibu. Ibu kode banget minta diucapin haha ^^v

Aku : Lhoh Ibu kan yang ulang tahun, kok malah Ibu ngucapin selamat ke aku?
Ibu : Soalnya yang lain udah sms. Lagi apa? Kuliah jam berapa? *tetep, lagi-apa-nya nggak pernah terlewat*

Jleb. Ampuuuun mak. Maafkan anakmu ini yang terlena di alam mimpi :3

Aaaak, sekali lagi, selamat ulang tahun Ibu! 'Semoga-semoga-nya' biarkan hanya Allah yang tahu :p Terimakasih dan maaf ya bu, untuk segalanya :'

Btw barusan buka twitter, ngiri lihat adek ngepost foto sama Ibu. Aaaaaak. Icha curaaaaang >.<


Tik Tok

Posted by Leila Husna On 0 komentar

Ketika malammu telah sunyi, dan kamu ingin tidur, tapi kamu tidak bisa tidur. Matamu terpejam namun telingamu masih mendengar suara detak jam. Tik tok tik tok tik tok. Kamu membuka mata dan mendapati waktu telah berputar 1 jam. Jantungmu berpacu dengan detak jam. Kamu cemas. Kamu menutup mata. Membayangkan bahwa kamu telah tertidur. Namun..tik tok tik tok tik tok. Kamu metutup telinga dengan bantal. Kamu terus membayangkan bahwa kamu benar-benar tertidur. Tetap saja tik tok tik tok tik tok. Kamu membuka mata dan menyadari waktu telah berputar 30 menit. Jantungmu makin berpacu dengan detak jam. Kamu kesal. Kamu menutup mata. Menahan matamu untuk tidak melihat jam. Dan terus membayangkan kamu telah tertidur. Hingga entah bagaimana akhirnya kamu benar-benar tertidur. Namun tidak lama...kriiiiiiiiiing. Alarm mu berbunyi.


L's

21 Tahun

Posted by Leila Husna On Rabu, 25 Juni 2014 1 komentar

Alhamdulillah, thanks to Allah, atas segala nikmat yang tiada habisnya selama 20 tahun ini, atas kesempatan yang masih diberikan untuk menginjak umur yang ke-21.

Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk semua orang yang pernah ada, masih ada, dan akan ada. Mungkin otak ini tidak akan mampu mengingat semua kebaikan kalian, tapi Allah-ku tidak akan pernah lupa dan insya Allah akan membalas kebaikan kalian, aamiiiin :)

Terima kasih untuk ucapan, doa, surprise, dan hadiahnya :)

love you mom! :*
awesome pop up. tengkyuuu HF53 :D
makasih HF53 :D
makasih ataaang :) maap udah suuzon karena ku pikir kamu kirim link berisi gambar setan haha XD
Sekali lagi terima kasih untuk semuanya :))

Dan maaf untuk semua hati yang tersakiti, entah karena lisan atau perbuatan, baik yang disengaja maupun tidak. Mohon maaf...


Bersiaplah. Karena kamu tidak pernah tahu, di titik mana umurmu akan berhenti. Karena sesungguhnya, hidupmu di dunia ini hanya sebatas loading bar yang suatu hari nanti akan berhenti di titik 100%. Dan loading bar mu, belum tentu sepanjang loading bar orang lain.


L's

Salah Jalan

Posted by Leila Husna On Senin, 23 Juni 2014 0 komentar

Dulu, kami adalah 2 orang asing yang tidak saling mengenal, lalu beranjak menjadi teman, dan berubah menjadi musuh.
Sekarang, kami tidak cukup dekat untuk dikatakan sebagai teman. Tidak cukup jauh untuk dikatakan sebagai musuh. Pun tidak cukup asing untuk dikatakan sebagai 2 orang yang tidak saling mengenal.
Yang jelas, dia pernah ada sebagai orang dibalik layar yang mengubah saya menjadi saya yang sekarang.

...

Setiap orang pasti pernah melangkah di jalan yang salah. Sekecil apapun langkah itu, saya yakin pernah. Yang membedakan hanya lewat pintu mana ia masuk, dan seberapa jauh ia melangkah di jalan yang salah tesebut. Bahkan baru 1 langkah kecilpun kemudian mundur lagi, itu tetap dikategorikan pernah. *Sudah, kali ini setuju saja dengan saya. Saya sedang tidak mau berdebat.*

Demikian pun saya. Ada satu masa dimana saya melangkah di jalan yang salah. Sebuah jalan yang di ujungnya terbentang laut nan indah, yang membuat siapapun ingin bermain air disana. Tapi semakin jauh ia masuk ke dalam air, akan ada ombak yang menyeretnya, menenggelamkannya ke dasar laut, dan tak ada seorangpun yang bisa menolongnya, tentu saja kecuali atas kuasa-Nya.

sumber gambar
Saya sudah berada di ujung jalan itu, lalu berlari-lari kecil di atas pasir pantai. Sesekali kaki ini basah tersapu ombak yang juga menghapus jejak-jejak di atas pasir dan meninggalkan beberapa jejak yang tak terjangkau. Perlahan kaki ini mulai melangkah masuk ke dalam air. Saya tahu ini berbahaya, tapi saya tetap melangkahkan kaki ini ke dalam air. Sebagian orang hanya melihat dan membiarkan saya bermain air. Sebagian lagi membicarakan saya di belakang. Tapi ada satu orang, seseorang yang bukan siapa-siapa, tiba-tiba datang menarik saya keluar secara paksa. Dia bilang saya tidak bisa berenang, dan kalaupun bisa, saya tetap akan terseret ombak dan tenggelam. Dia juga "menampar" saya dengan serentetan kata-kata tajam yang cukup untuk membuat saya membencinya. Saya marah padanya. Sangat. Dia yang bukan siapa-siapa tiba-tiba masuk ke dunia saya dan mencampuri urusan saya, mengatakan apa-apa yang saya lakukan itu salah. Saya tau itu memang salah, tapi saya tetap marah. Dan saya membencinya.

Iya, memang dulu saya sempat membencinya. Tapi tidak sekarang. Malah saya sangat berterimakasih. Sangat amat bersyukur. Melalui dia, Allah mengingatkan saya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi.

Tapi semalam. Ada satu kabar yang membuat saya terdiam cukup lama, cukup tidak bisa berkata apa-apa. Dia..dia yang dulu menarik saya keluar secara paksa, entah apa yang ada di pikirannya, dia justru masuk ke jalan itu, masuk ke dalam pantai yang ada di ujung jalan, terseret ombak, dan tenggelam di dasar laut, di laut yang sama yang dulu ombaknya nyaris menyeret saya. Dia...dia yang dulu menyelamatkan saya, kenapa sekarang justru tenggelam di dalamnya? Kenapa dia ya Allah? :'(

Sama seperti mimpi semalam yang membuat saya bernafas lega ketika terbangun karena ternyata hanya mimpi, saya pun berharap kabar itu hanya bagian dari mimpi semalam. Semoga :'

L's

Bad Morning!

Posted by Leila Husna On Rabu, 11 Juni 2014 0 komentar

Pagi ini ngerasa kacau banget. Amburadul. Mau berangkat kuliah sesi satu rasanya ogah-ogahan. Sebenernya udah badmood dari kemarin sih, cuma entah kenapa pagi ini mestakung banget errr.

Jadi dari kemarin itu ada satu hal yang cukup menjejal pikiran. Di kosan udah kayak orang nggak guna, kerjaannya cuma merenung. Padahal jelas-jelas besoknya (re : hari ini) itu kuis. Belajar udah nggak fokus. Mau baca berapa kali pun tapi nggak ada yang masuk, semacam terpental keluar. Entah jam berapa, kayaknya jam 9, aku ketiduran. Padahal baru nyentuh 1 bab. Nyentuh doang ye, belum memahami. Bangun-bangun udah jam setengah 12 malem. Perut krucuk-krucuk. Baru sadar seharian ini baru makan bubur ayam sama nyemil jajan gopekan doang. Mau nyari makan tapi males, takut sih sebenernya haha. Toh kayaknya udah nggak ada yang buka, kayaknya. Alhasil cuma  bisa ngrebus indomi. Yah, lumayan buat ngganjel perut. Meredamkan bunyi dalam perut yang udah kayak klotekan.

Setelah perut tenang,  lanjut belajar dengan agak nggak niat. Disambi-sambi sama ngedengerin radio, disambi sama internetan, dan hal-hal nggak penting lainnya. Padahal aku tipe orang yang nggak bisa konsentrasi kalo ada suara berisik, nah ini malah nyetel radio, odong emang.

Jam setengah 4 pagi baru bisa tidur, setelah sebelumnya mata cuma bisa ketap-ketip di atas kasur. Bahkan sempet nyuci piring juga saking ngerasa useless karena nggak bisa tidur.

Berhubung lagi halangan, jadi jam beker nyala jam 5 pun langsung dimatiin dan lanjut tidur lagi. Bangun-bangun shock udah jam 7 lewat 8 menit. Duh, sesi 1 men! Langsung panik ke kamar mandi. Dan begitu mau nyalain kran... tet tot. Air nya mati sodara-sodara. Baru inget semalem pas nyuci piring airnya juga mati, tapi kupikir subuh udah nyala, jadi ngerasa aman, eh taunyaa nggak nyala-nyala sampe sekarang -____- Buka ember, zonk, kosong nggak ada airnya. Pindah ke kamar mandi sebelah juga sama, 2 ember kosong semua. Naik ke kamar mandi atas, masih ada sisa air, tapi dikit banget. Mati!

Lihat jam udah pukul 7 lewat 15, dan belum mandi. Rasanya udah males banget berangkat kuliah. Mau numpang mandi ke kosan temen tapi kayaknya udah pada berangkat kuliah. Kalo mau bolos, duh hari ini ada kuis. Masa iya ke kampus nggak mandi? ...

Karena udah nggak tau harus gimana, akhirnya solusi terakhir : mandi pake air aqua galon! Tiba-tiba berubah jadi super woman yang angkat-angkat galon ke kamar mandi. Fiuhh, akhirnya bisa mandi juga. Duh, horaaang kayaaa, mandi aja pake air galon bermerk, aqua pula ~ *kipas-kipas dengan kepala mendongak ke atas*

Pukul 7.36 baru berangkat dari kosan. Meski udah mandi pake air galon, tetep aja ngerasa amburadul. Tapi pas jalan menuju kampus, ada yang lebih amburadul lagi, amburadul banget. Cowok. Pake sandal jepit pula, padahal atasannya PDA. Jalannya juga mencurigakan, sambil celingukan. Begitu masuk kampus, yang dituju pertama kali adalah kamar mandi Masjid. Seketika itu langsung berprasangka, ini orang jangan-jangan bernasib sama kayak aku, air nya mati. Ampuuun. Pinter juga idenya, mandi di kampus hahaha. du du du ~ ternyata bukan aku doang yang paginya kacau ~

sumber gambar

L's

3 Idiots Gadungan

Posted by Leila Husna On Kamis, 05 Juni 2014 1 komentar

Hari ini sebenernya ada satu hal yang bikin aku down, sangat amat down, dan udah niat mau cerita di blog juga, tapi tepat disaat aku mulai ngetik, tiba-tiba...

segini aja printscreen nya, makin kebawah makin mengontaminasi mata
Dari awal si Rengga tanya "lagi apa?" sebenernya udah curiga. Makin lama makin genit omongannya. Hipotesis pertama : dia dibajak.

Aku langsung ngechat si Risna. Intinya, aku suruh si Risna ngechat Rengga, nanyain sesuatu yang cuma Rengga yang tau. Si Risna ngechat Rengga dengan bahasa Banjar. Cukup lama Rengga balesnya. Aku sama Risna udah ketawa-ketiwi, makan tuh bahasa Banjar. Eh taunya dibales. Opsinya ada dua : Itu Rengga. Atau, itu Rengga dan teman-temannya. Aku pilih opsi kedua.

Masih dalam keadaan "digenitin" sama "Rengga". Ada sms masuk. Dari Rasyid, "le? lagi apa?". 2 orang yang menanyakan pertanyaan yang sama, di waktu yang hampir sama. Dapet kesimpulan : Rengga lagi sama Rasyid. aku lagi dikerjain. catet.

Rasyid : lagi mikirin siapa?
Aku : lagi mikirin kamu sama rengga

Nggak lama setelah itu ada sms masuk dari nomer tak dikenal, "Aku nggak dipikirin?". Muahaha, kali ini nggak kuat nahan ngakak. Penasaran itu nomer siapa, aku tanya Risna. Dan kalian tahu itu nomernya siapa? Itu nomernya FAHMI. FAHMI MAULANA. FAHMI YANG POLOS DAN LUGU. Shock. Speechless. Apa yang kalian lakukan pada Fahmi? :o

Entah itu Fahmi atau bukan, tapi ngebayangin Fahmi ngomong gitu, ampuuun, nggak kuat nahan ngakak. Malem-malem jam 12 ketawa ngakak sendirian di kosan, haha, kalian luar biasa guys!

Pada akhirnya niatan mau posting tentang satu hal yang bikin down jadi batal. Mood udah kembali cerah, haha. Entah siapapun yang ngebajak, atau bahkan mungkin saling bajak-membajak, tapi terimakasih loh. Pertunjukan kalian amat menghibur :))

L's

Dilan - Dia adalah Dilanku Tahun 1990

Posted by Leila Husna On Selasa, 03 Juni 2014 0 komentar

Niatnya cuma mau beli Relationshit aja, tapi begitu baca sinopsis salah satu novel yang terpajang di antara jajaran judul buku di bukukita.com, duh mupeng. Begitu tau penulisnya adalah Pidi Baiq, makin mupeng lagi. Iya, Pidi Baiq. Pertama kali tau nama itu gara-gara mata nggak sengaja nemu quote cinta-cintaan yang isinya begini:
 "Aku mencintaimu, ini urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserah, itu urusanmu." - Pidi Baiq
Cuma dari 1 quote itu aku langsung suka sama gaya bahasanya Pidi Baiq. Makin kentara pas baca sinopsis buku terbarunya "Dilan - Dia adalah Dilanku Tahun 1990".

“Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
(Dilan 1990)
“Milea jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang.” (Dilan 1990)
“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli. “ (Milea 1990)

Ah, ini khas Pidi Baiq banget. Tanpa pikir panjang langsung pesen bukunya, dan sesegera mungkin close tab. Iya, gawat kalo jendela bukukita.com dibiarkan terbuka, bisa kalap aku beli buku -____-

"Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan" - Pidi Baiq 1972 - 2098
Dan setelah selesai baca tuh buku...ah, sial, siapapun yang membacanya pasti akan jatuh cinta (minimal terkesan) dengan tokoh Dilan, kelas 2 SMA, anggota geng motor, tapi penyayang, otaknya encer pula, tapi bahasanya kaku dan ngawur, suka iseng, dan sangat humoris. Pidi Baiq, tanggung jawab :|

Suka banget sama gaya bicara Dilan yang asal, ngawur, tapi ngena. Belum lagi tingkahnya yang selalu nyeleneh, unik, tapi selalu bisa berhasil bikin Milea tersipu. Misalnya saat Milea ulang tahun dan dikado TTS yang udah diisi sama Dilan, yang mana di dalamnya ada selembar kertas berisi ucapan "Selamat Ulang Tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan!". Atau saat Milea tiba-tiba dikasih undangan sama Dilan dari selembar kertas HVS yang berisi "Bismillahirrohmanirrahim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada: Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu" disertai nama Kepala Sekolah yang turut mengundang. Ada juga Dilan yang nekat datang ke rumah Milea malam-malam, dan ketika ditanya Ibu Milea, dia mengaku sebagai utusan kantin sekolah yang menawarkan menu baru kantin. Ampuuuun... Itu cuma sedikit dari segala tingkah nyeleneh Dilan yang di setiap cerita selalu bikin speechless. 

Pokoknya, novel ini kece. Ada gambar-gambarnya, makin kece! Romansa SMA nya kental banget. Udah lama vakum dari baca novel remaja ababil cinta-cintaan, tapi begitu baca buku ini, nyess banget, nggak labil ataupun menye-menye, tapi dapet banget romance nya dengan latar klasik tahun 1990 di Bandung dan gaya bahasa ala Pidi Baiq banget yang amburadul, cuek, sederhana, dan hanya permainan kata, tapi keren. Ah pokoknya nggak nyesel beli novel ini. Ditunggu sambungan novelnya ya ayah Pidiiiii, buruan, jangan lama-lama :3

ilustrasi seluruh tokoh yang ada di dalam novel

Tertarik? Silahkan baca ~

...

"Aku tidak bisa mengatakan bahwa saat itu aku sudah mencintainya tapi kupikir aku sedang menuju ke sana"- Milea 1990
Puisi Dilan : Milea 1
Bolehkah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di bumi
Ketika Tuhan menciptakan dirinya
Kukira Dia ada maksud mau pamer
- Dilan, Bandung 1990 -
"Tidak mencintai, tidak berarti membencinya" - Dilan 1990

L's

Relationshit

Posted by Leila Husna On 0 komentar


Untuk pertama kalinya beli buku via online (disini). Iya, karena mupeng begitu baca twit pre order buku barunya bang Alitt di akun twitter @shitlicious yang lagi-lagi masih ada unsur kata "shit" nya, yaitu RELATIONSHIT (plesetan dari relationship). Makin mupeng lagi pas bang Alitt ngasih spoiler-spoiler isi bukunya, duh ngiler. Entah mungkin karena udah suka sama gaya nulisnya bang Alitt di blog (kalo kata bang Alitt sih "komedi yang pake hati"), dan emang selalu suka sama bacaan yang based on the true story, jadi nggak ragu buat beli bukunya. Awalnya agak berprasangka dulu sih, ini jangan-jangan isinya banyak yang sama kayak di blog, dan ternyata emang bener, ada beberapa cerita yang udah pernah disinggung di blog, tapi teteeeep, nggak usah kuatir, banyakan cerita-cerita barunya kok, dari cerita yang bikin ngakak, sampe cerita yang tetep ada unsur ngakaknya tapi jleb-jleb-jleb-jleb. Khas bang Alitt banget lah pokoknya. Apalagi chapter terakhir, ah gila, udah bab terakhir tapi malah menyisakan kesan yang paling mendalam, nyess banget.

chapter terakhir yang endingnya nyess banget

Buku ketiga bang Alitt ini nggak begitu tebel, hanya 236 halaman, tapi seru isinya, sehari langsung abis. Banyak gambarnya juga, jadi lumayan buat nyegerin mata.

Nah buat yang penasaran isi bukunya kayak apa, baca sendiri aja lah ya. Masa iya aku salin semua isi bukunya disini, bisa-bisa jariku kriting. Udah kriting, eh dijeblosin ke penjara pula sama bang Alitt -___- Yang jelas, isi dari buku ini sesuai dengan judulnya "Relationshit", nggak jauh-jauh dari kisah-kisah seputar kegagalan dalam suatu hubungan. Kalo kalian pikir "hubungan" itu sebatas "percintaan", ah pikiran kalian sempit sekali, ckck.

Dan ini dia secuplik sinopsis di sampul belakang buku ~

 ***
"Kamu tahu kesalahan kamu apa?" tanya Mbak Polwan sambil menatap gue dengan sinis, tangannya bersila di depan dada.
"Err-nggak tau, Mbak," jawab gue dengan polosnya.
"Cowok tuh emang nggak peka, ya!" Nada Mbak Polwan itu tiba-tiba meninggi.
"Loh?! Salah saya apa?!"
"Pikir aja sendiri!" Mbak Polwan buang muka, tangannya masih bersila di depan dada.
"K-k-kenapa, Mbak? Saya nggak tau kenapa diberhentiin di sini. Saya ngerasa nggak salah apa-apa!" Gue semakin bingung dengan sikapnya.
"AH! SEMUA COWOK EMANG SAMA AJA!" Mbak Polwan langsung melengos pergi.
Gue yang ditinggal cuma bisa jilatin knalpot panas dengan kesal.

Menghadapi cewek PMS kayak di atas, cuma sebagian kecil dari banyaknya keribetan soal hubungan. Ya, sepanjang pengalaman jadi manusia (yang dulu tapir), gue berhasil mempelajari satu hal; kita semua harus 'berhubungan' dengan sekitar. Bentuknya bermacam-macam; bisa percintaan, persahabatan, persaudaraan, permantanan, atau perseroan.

Dalam buku ini, ada cerita tentang usaha gue jadi kakak yang baik, cucu yang berbakti, pacar yang bisa diandalkan, sampai jadi pria yang bisa ngobrol sama mobilnya. Emang nggak semuanya berhasil karena rintangan selalu ada. Tapi dalam kegagalan, gue belajar untuk jadi lebih baik…, dan mencegah relationship tidak menjadi Relationshit!

-Alitt Susanto-
***

Tertarik? Silahkan baca ~

...
"Ya, kadang hal yang baru itu datang hanya untuk mengingatkan, betapa berharganya hal lama yang sudah kita tinggalkan." - chapter Mencintai Si Jeni
"Calon orang sukses itu adalah orang yang mau menunda kesenangan. Asal yang berat-berat udah bisa kita lewati, hal-hal yang menyenangkan pasti bakal mengikuti." - chapter Adik Gue, Jagoan Gue
"Memang sepele, tapi sekecil apapun sebuah perhatian, kalo hal itu rutin dilakukan, akan berubah menjadi candu bagi orang yang mendapatkannya." - chapter Bukan Cerita FTV 
"Yang pertama ada itu bisa digantikan oleh yang selalu ada." - chapter Long Distance Relain-Ship
"Masalah itu adalah istilah ciptaan manusia untuk pilihan terbaik dari Tuhan yang belum mampu mereka pahami."  - chapter Long Distance Relain-Ship


L's