Lupa kan (?)

Posted by Leila Husna On Selasa, 31 Desember 2013 0 komentar

Sebelumnya : Kerikil Kecil

Kamis, 19 Desember 2013

Aku : bagaimana pak? saya bisa ikut ujian susulan?
Pak Dosen : ya sudah, besok kamu ujian susulan.

Susah dijelasin gimana bahagianya aku waktu itu, rasanya bener-bener nyata, hingga akhirnya aku terbangun dan sadar kalo itu cuma mimpi. Untuk beberapa menit aku cuma diem di atas kasur, menerawang mana yang kenyataan dan mana yang mimpi.

Kalimat "ya coba nanti saya bicarakan dengan institusi" dari Pak Dosen waktu itu dan mimpi semalam bener-bener ngasih kekuatan untuk memberanikan diri menghadap lagi ke ruang Pak Dosen setelah ujian Anareg, seenggaknya ada secercah harapan, pikirku. Berharap Pak Dosen bener-bener mendiskusikan dengan institusi dan percakapan dalam mimpi itu bukan sekedar mimpi. Tapi nyatanya, semua itu berbanding terbalik 180 derajat. Pada akhirnya nggak ada kesempatan untuk ujian susulan, sama sekali. Air mata udah nggak bisa keluar, rasanya cuma males dan nggak ada semangat buat ngapa-ngapain, bahkan buat pulang kampung pun nggak ada semangat. Jam 8 malem harusnya berangkat, tapi jam setengah 8 baru packing.

Saat di stasiun, temenku tiba-tiba tanya "kok ada yang bilang Leila nggak ikut Ujian, itu Leila yang mana? itu bukan kamu kan?" DEG. Sejujurnya aku agak males ngomongin hal itu, rasanya udah susah payah untuk tidak mengingat-ngingat hal itu eh tiba-tiba ada yang ngingetin lagi. Temen-temen yang tadinya nggak tahu pun jadi tahu dan mereka mulai bertanya-tanya, dan ingatan tentang hari itu kembali lagi.

Di dalam kereta pikiranku campur aduk, bingung besok harus gimana di depan orang tua, gimana kalo aku kelihatan sedih, gimana kalo orang tuaku jadi khawatir, pengennya beban ini cuma ku tanggung sendiri, nggak perlu melibatkan orang tua, pengennya aku kelihatan baik-baik aja di depan orang tua, tapi seberapa keras aku berpura-pura 'baik-baik saja' tetep aja orang tuaku pasti tau kalo aku 'tidak baik-baik saja'.

Dan benar saja, begitu sampai Semarang, ortu mulai tanya-tanya tentang hal itu. Aku pun hanya menjawab sekenanya. Mungkin mereka sadar kalo aku lagi males ngomongin itu, mereka pun berhenti bertanya dan menenangkanku, bahwa semuanya akan baik-baik saja.

***

Liburan kali ini benar-benar menyenangkan. Selama seminggu aku nggak pernah kehabisan acara, ada aja kegiatan, entah itu jalan-jalan bareng keluarga, bareng my super geng dari jaman belum TK, ataupun bareng temen SMA. Nggak ada waktu buat mengingat-ngingat masalah P.Web, semuanya nyaris terlupakan sampai akhirnya di akhir liburan Ibuku membicarakan hal itu lagi dan aku tersadar bahwa selama ini Ibuku menyimpan sendiri rasa khawatirnya, bahkan jauh lebih khawatir ketimbang diriku sendiri. 

***

Detik-detik masuk kuliah, rasanya sama sekali nggak semangat, entahlah. Berharap nggak ada lagi yang mengungkit tentang hal itu, biarkan yang nggak tahu tetep nggak tahu, dan yang tahu pura-pura nggak tahu. Bukan apa-apa, hanya tidak ingin mengingat-ngingat lagi, itu saja. Tapi nyatanya tetep aja ada yang bertanya, ya sudahlah, mungkin itu bentuk perhatian mereka, tapi maaf kalo aku jawabnya sekenanya, bukan marah kok, bukan, hanya tidak ingin mengingat-ngingat lagi, itu saja.

Karena slogan "Kerjakan, Kumpulkan, Lupakan" lebih mudah diterapkan ketimbang "Tidak Mengerjakan, Tidak Mengumpulkan, Lupakan"

L's

0 komentar:

Poskan Komentar