Tentang Nama

Posted by Leila Husna On Sabtu, 18 Januari 2014 0 komentar

Adekku : mbak, kenapa @leilahussna s nya dobel?
Aku : Karena @leilahusna dengan 1 s udah ada yang pake. Kalo kamu kenapa @aisyahussnul s nya dobel? @aisyahusnul udah ada yang pake juga?
Adekku : Nggak ada yang pake sih, cuma ngikutin mbak aja. Kirain s nya emang harus dobel.
#Gubrak.

Ngomongin masalah nama, jadi pengen ngebahas tentang nama nih. Okeh, kita flashback sedikit..

jreng..jreng..jreng..jreng...

Leila Husna

20 tahun yang lalu, Bapak ngasih nama ini ke aku. 2 kata, singkat, padat, dan jelas : Leila Husna. Leila artinya malam, Husna artinya baik. Malam yang baik. Semoga lahirnya seorang Leila Husna tidak hanya membawa kebaikan di malam kelahirannya, namun juga di malam-malam selanjutnya..aamiiin :))

Kenapa Leila? Kenapa nggak Laila? Toh artinya sama-sama malam. Kata Bapak, biar beda. Kalo bahasanya sekarang ini..biar antimainstream cuy.. B)

Pernah, waktu kelas 4 SD, Bu Guru salah nulis namaku di rapor, lalu Bapak ngasih catatan kecil di samping namaku, intinya namaku yang tertulis disitu salah. Besoknya Bu Guru manggil aku.
Bu Guru : jadi namamu yang bener apa? Laila atau Laela?
Aku : Leila bu
Bu Guru : oh Laela
Aku : Leila, bu. el e i el a, Leila.

Pernah, waktu SD juga, jaman-jamannya telenovela dan film india, aku protes ke Bapak.
Aku : Pak, kenapa namaku Leila Husna? Aku mau ganti nama aja, Angeli Rosalinda Paula (aku comot nama Angeli (baca: enjeli) dari nama salah 1 tokoh di film India, dan sisanya aku comot dari serial telenovela)
Dan Bapak cuma ketawa.

Kalo sekarang ditanya mau ganti nama atau nggak, jawabannya : enggak. Bersyukur dulu Bapak nggak ngabulin permintaanku buat ganti nama, nggak kebayang aja kalo pas perkenalan ditanya siapa nama kamu dan harus kujawab "Angeli Rosalinda Paula", pasti pada bingung karena muka dan nama nggak ada match-match-nya -___-

Beda lagi pas jaman SMP, jaman-jamannya alay masih dibilang keren. Waktu itu kelasku mau bikin pin. Tiap anak bebas milih nama apa yang akan dicantumkan di pin. Temen-temenku pun pada pake nama keren, yang awalnya aji jadi aJieX, fitri jadi FiTr1ee, dll. Disitu aku bingung luar biasa, karena dari dulu nggak pernah bikin nama keren. Lumayan berpikir keras buat bikin Leila jadi keren dan layak tercantum dalam pin. Ujung-ujungnya bukannya keren tapi maksa: L3!_Lu@ ... oh maaaaan.. Bersyukur itu cuma pin yang nggak begitu keliatan dan gampang ilang, nggak kebayang kalo itu jaket kelas yang di bagian belakangnya terpampang kumpulan nama-nama alay keren anak sekelas, dijamin nggak akan dipake lagi pas udah SMA! muahaha.

Nah, dari nama yang hanya terdiri dari 2 kata ini, ternyata kombinasi nama panggilanku amat beragam, nggak cuma Leila. Beberapa udah pernah aku bahas di postingan terdahulu, tapi nggak ada salahnya mengingat kembali.

1. Lela
Nama panggilan ini biasa digunakan di rumah dan lingkungan sekitar rumah. Mungkin karena sulit kali ya ngeja nama dengan 2 huruf vokal berdampingan, jadi huruf i nya pun ditepis.

Temen-temen TK dan SD pun menggunakan nama ini karena pas perkenalan diri aku bilangnya "nama saya Lela" jadi semua anak panggil aku Lela. Tapi setelah lulus SD, aku nggak pernah lagi berkenalan dengan nama Lela, tetep pake nama asli: Leila.

Pas kuliah, baru denger ada yang namanya warung makan Lele Lela, dan barang siapa yang bernama Lela maka dia berhak makan gratis di Lele Lela seumur hidup. Disitu temen-temenku pada bilang "ah le, harusnya nama kamu lela aja, jangan leila, biar seumur hidup dapet makan gratis di Lele Lela. ganti nama aja le, buang i nya." ah iya juga hahaha. Tapi seberapa pun sukanya aku sama pecel lele, aku nggak akan mengganti namaku hanya demi sepiring pecel lele -___-

sumber
2. Husna
Kata kedua dalam namaku justru hanya digunakan oleh satu orang. Satu-satunya yang manggil aku pake nama Husna cuma Bu As, guruku kelas 5 SD. Nggak tau kenapa ibunya lebih suka manggil aku dengan nama ini.

3. Lele
Plesetan dari Lela ke Lele. Banyak temen SMP yang manggil aku dengan nama ini. Tapi karena aku emang suka pecel lele, ya udah sih nggak masalah dipanggil lele #eh.

4. Lek
Nama ini beredar pas SMA. Pencetusnya adalah temen-kelas-10-ku, Marissa, anak rantau dari kota Pekalongan. Mungkin niatnya dia mau manggil "le", tapi entah karena logat ngapaknya atau apa, jatuhnya bukan "le" lagi tapi jadi "lek". Dan sejak itu nama panggilanku di SMA bukan Lela, Leila, atau Lele lagi, tapi "lek".

Sebenernya, kalo di Jawa, mau "le" atau "lek" semuanya kontroversial. Kenapa? Karena "le" itu adalah panggilan untuk anak laki-laki, semacam "nduk" untuk anak perempuan. Sedangkan "lek" itu panggilan untuk paman/tante, tapi dalam prakteknya lebih sering digunakan untuk memanggil penjual makanan keliling, semacam "bang" kalo di Jakarta. Jadi, kalo dipanggil "le" aku berasa jadi anak cowok, tapi kalo dipanggil "lek" aku berasa jadi tukang siomay atau tukang bakso.. "lek, siomay nya dong 5000" -___-

sumber, dengan modifikasi seperlunya

Kalo disuruh milih antara "le" atau "lek", jelas milih "le". Tapi takdir berkata lain, yang ada banyakan yang manggil "lek" ketimbang "le", lama-lama kubu "le" pun pindah haluan ke kubu "lek", ah kampretooooos. Oh plis, "le" aja deh, atau kalo nggak "lei", kalo susah ya "lel" atau "la", tapi jangan "lek" -___-

Pas kuliah, aku pikir kejayaan namaku bisa kembali lagi jadi Leila, tapi ternyata..nggak disangka-sangka banyak temen-temen non jawa yang spontan manggil "lek",  dan itu emang karena bawaan logat mereka yang membuat "le" terdengar seperti "lek". Tapi karena ini Jakarta dan mereka juga nggak tau apa arti kata "lek", ya udah sih no problemo, mehehe.

5. Leyla
Kasus 1 :
*ketik sms* "Dela, blablabla..."
*1 pesan dari Dela* "Della lel, bukan Dela..."

Kasus 2 :
*perkenalan diri* "Perkenalkan, nama saya Ikha Hygi, Ikha pake h, Hygi pake y."

Terkadang, kita sering menyepelekan ejaan nama orang lain, mungkin bagi kita, nggak ada bedanya antara Dela dengan Della, Ikha dengan Ika, tapi bagi si empunya nama, jelas itu beda. Sama kayak Nimas yang selalu memanggil "Ley, Leyla" di sms. Mau berapa kalipun aku protes, doi tetep manggil "ley". Berasa kayak namaku alay tau Nim, Leyla-aley-alay >.<

6. El
Ini panggilan paling beda dan paling nggak nyambung. Dan kalo ada orang yang sms aku dengan panggilan "el", meskipun nomer baru sekalipun, aku bisa nebak dengan tingkat kepercayaan 99,99% dia adalah Zukha :3. Kok bisa "el" sih Zuk? Apa iya aku harus panggil kamu juga dengan sebutan "zet"?

7. Mak
Ini sebutan paling nggak disangka-sangka dan lebih kampretos ketimbang "lek". Kok bisa "mak"? Jadi begini ceritanya..
Suatu hari mbakku ngasih tebak-tebakan.
Mbakku : tau nggak artinya namamu apa?
Aku  : malam yang baik lah mbak
Mbakku : salaaaah. Leila artinya apa?
Aku : Malam
Mbakku : Kalo husna?
Aku : Baik
Mbakku : Salah, Husna itu artinya pir
Aku : Kok bisa pir? Baik tauuuu.
Mbakku : Pir tauuu. Leila itu malam. Husna itu pir, jadinya?
Adekku : Malam pir! (baca: mak lampir)
Dan seisi rumah tertawa.

Sejak itu di rumah aku lebih sering dipanggil "mak" ketimbang "lela". Ngenesnya, anaknya mbakku alias keponakanku juga ikut-ikutan manggil aku "mak". It's okey lah kalo di rumah, tapi paling ngebetein kalo kita lagi pergi ke Mall dan dari kejauhan ponakanku lari-lari ke arahku sambil panggil-panggil "Maaaak...maaaak..." oh maaaaan, semua mata memandang dan aku berasa jadi emak-emak yang punya 2 anak -____- image ku oh image ku... T.T

Nah itu dia beberapa kombinasi nama panggilan dari sebuah nama yang hanya terdiri dari 2 kata. Apapun kombinasinya, pilih Leila aja lah ya, Leila aja -___-

L's

0 komentar:

Poskan Komentar