Dilan - Dia adalah Dilanku Tahun 1990

Posted by Leila Husna On Selasa, 03 Juni 2014 0 komentar

Niatnya cuma mau beli Relationshit aja, tapi begitu baca sinopsis salah satu novel yang terpajang di antara jajaran judul buku di bukukita.com, duh mupeng. Begitu tau penulisnya adalah Pidi Baiq, makin mupeng lagi. Iya, Pidi Baiq. Pertama kali tau nama itu gara-gara mata nggak sengaja nemu quote cinta-cintaan yang isinya begini:
 "Aku mencintaimu, ini urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserah, itu urusanmu." - Pidi Baiq
Cuma dari 1 quote itu aku langsung suka sama gaya bahasanya Pidi Baiq. Makin kentara pas baca sinopsis buku terbarunya "Dilan - Dia adalah Dilanku Tahun 1990".

“Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
(Dilan 1990)
“Milea jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan hilang.” (Dilan 1990)
“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli. “ (Milea 1990)

Ah, ini khas Pidi Baiq banget. Tanpa pikir panjang langsung pesen bukunya, dan sesegera mungkin close tab. Iya, gawat kalo jendela bukukita.com dibiarkan terbuka, bisa kalap aku beli buku -____-

"Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan" - Pidi Baiq 1972 - 2098
Dan setelah selesai baca tuh buku...ah, sial, siapapun yang membacanya pasti akan jatuh cinta (minimal terkesan) dengan tokoh Dilan, kelas 2 SMA, anggota geng motor, tapi penyayang, otaknya encer pula, tapi bahasanya kaku dan ngawur, suka iseng, dan sangat humoris. Pidi Baiq, tanggung jawab :|

Suka banget sama gaya bicara Dilan yang asal, ngawur, tapi ngena. Belum lagi tingkahnya yang selalu nyeleneh, unik, tapi selalu bisa berhasil bikin Milea tersipu. Misalnya saat Milea ulang tahun dan dikado TTS yang udah diisi sama Dilan, yang mana di dalamnya ada selembar kertas berisi ucapan "Selamat Ulang Tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan!". Atau saat Milea tiba-tiba dikasih undangan sama Dilan dari selembar kertas HVS yang berisi "Bismillahirrohmanirrahim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada: Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu" disertai nama Kepala Sekolah yang turut mengundang. Ada juga Dilan yang nekat datang ke rumah Milea malam-malam, dan ketika ditanya Ibu Milea, dia mengaku sebagai utusan kantin sekolah yang menawarkan menu baru kantin. Ampuuuun... Itu cuma sedikit dari segala tingkah nyeleneh Dilan yang di setiap cerita selalu bikin speechless. 

Pokoknya, novel ini kece. Ada gambar-gambarnya, makin kece! Romansa SMA nya kental banget. Udah lama vakum dari baca novel remaja ababil cinta-cintaan, tapi begitu baca buku ini, nyess banget, nggak labil ataupun menye-menye, tapi dapet banget romance nya dengan latar klasik tahun 1990 di Bandung dan gaya bahasa ala Pidi Baiq banget yang amburadul, cuek, sederhana, dan hanya permainan kata, tapi keren. Ah pokoknya nggak nyesel beli novel ini. Ditunggu sambungan novelnya ya ayah Pidiiiii, buruan, jangan lama-lama :3

ilustrasi seluruh tokoh yang ada di dalam novel

Tertarik? Silahkan baca ~

...

"Aku tidak bisa mengatakan bahwa saat itu aku sudah mencintainya tapi kupikir aku sedang menuju ke sana"- Milea 1990
Puisi Dilan : Milea 1
Bolehkah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di bumi
Ketika Tuhan menciptakan dirinya
Kukira Dia ada maksud mau pamer
- Dilan, Bandung 1990 -
"Tidak mencintai, tidak berarti membencinya" - Dilan 1990

L's

0 komentar:

Poskan Komentar