Siapa yang Tahu?

Posted by Leila Husna On Rabu, 24 Agustus 2011 0 komentar

Setahun terakhir ini eh emm bukan, lebih tepatnya mungkin sebulan atau dua bulan terakhir ini, banyak yang berubah. Entah itu berubah positif atau berubah negatif. Yah perubahan yang paling ketara sih ya, beberapa bulan yang lalu aku masih berstatus pelajar, tapi kali ini udah miba. Ups bukan, baru calon miba. Daftar ulang aja belum -____- Atau beberapa bulan yang lalu masi ketar-ketir mikirin ujian, mikirin sekolah, eh sekarang mikirin gimana caranya ngepacking barang seabrek gini biar nggak kewalahan pas dibawa ke Jakarta -___-

Tiga bulan yang lalu umurku masih 17 tahun, dan sekarang aku udah 18 tahun. Semakin panjang umur seseorang, semakin banyak pelajaran hidup (itupun kalo dia mau ngambil pelajaran dari pengalaman) dan semakin banyak pula perubahan dalam hidup. Nggak usah jauh-jauh lah, setahun yang lalu (eh?) aku masih bisa cengar-cengir tiap liat petasan, tapi sekarang begitu denger suara petasan, liat percikan warna-warni, aku serasa berubah jadi anak autis, jongkok di pojokan sambil tutup mata tutup telinga dan nggak jarang berujung dengan nangis konyol. Heran juga ternyata efek dari tragedi waktu itu bener-bener bikin aku trauma. Aku juga nggak mungkin selamanya nyalahin "dia" yang udah bikin aku jadi ketakutan setiap liat dan denger suara petasan, yah meskipun terkadang kalo denger suara petasan secara otomatis kejadian hari itu terekam ulang dan dalam hati masih nyalahin "dia". Tapi sampe kapan? Entahlah. Mungkin aku harus maklumi alasan "nggak sengaja" nya itu, yah meskipun  terkadang masih jengkel juga setiap inget caranya minta maaf yang nggak serius dan cengar-cengir "maaf ya hehe, tadi nggak sengaja hehe" heha-hehe, dia pikir itu lelucon??

Ada juga perubahan yang aku pikir masih "wow" bagaimana bisa terjadi. Ini lebih ke perubahan cara berpikir. Sebulan yang lalu orang tuaku menggebu-nggebu berharap aku milih STIS sedangkan saat itu aku masih cenderung milih UGM. Tapi beberapa hari kemudian setelah aku memantapkan hati untuk menandatangani kontrak dengan STIS, tiba-tiba Ayahku memberikan pilihan terbuka (terserah aku mau milih apa) dan Ibuku  berbalik seratus delapan puluh derajat berharap aku melepas STIS dan memilih UGM. Dan entah bagaimana, mungkin efek sholat istikhoroh, aku justru lebih prefer ke STIS dengan alasan yang aku sendiri nggak tau, entahlah, tiba-tiba ngrasa mantep aja dan tiba-tiba nggak mikirin UGM sama sekali padahal hari-hari sebelumnya galau banget dan serasa masih nggak rela ngelepas UGM. Entah gimana itu bisa terjadi, tapi alhamdulillah yah udah nggak galau lagi :)

Perubahan. Rasanya kita harus siap siaga, karena bahkan dalam hitungan detik, siap tidak siap, mau tidak mau, sudah ada kejutan lain yang terjadi. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Satu tahun lagi? Satu bulan lagi? Atau bahkan satu jam lagi? Siapa yang tahu. Sebulan yang lalu seseorang berkata "aku akan menunggumu sampai kapanpun" "aku tidak bisa hidup tanpa kamu" , namun siapa yang tahu bahwa hari ini dia sudah punya pacar baru? Atau hari ini, di waktu selarut ini, mataku masih terjaga, leha-lehe internetan, namun siapa yang tahu sebulan kemudian di jam yang sama mataku masih terjaga, bukan karena internetan tapi karena kangen keluarga, siapa yang tahu?. Atau yang lebih jleb lagi, tahun ini kita masih bisa ketemu bulan Ramadhan, tapi tahun depan? Siapa yang tahu? hanya Allah yang tahu.

0 komentar:

Poskan Komentar