Alarm

Posted by Leila Husna On Rabu, 16 Februari 2011 0 komentar

Akhir-akhir ini pulang sore mulu, sibuk latian drama lah, atau sekedar nghabisin waktu dengan orang-orang terdekat. Nah pas lagi asik-asiknya persiapan buat latian drama di depan koperasi, entah siapa yang nggak sengaja nyenggol sebuah motor tiba-tiba ada alarm motor bunyi. Bunyinya (maaf) "nggak banget", kayak mainan mobil-mobilan di game fun. Dan dasarnya kita yang ndeso atau suwung, bukannya jaga jarak sama tuh motor eh malah pada kesenengan dan dengan sengaja nyenggol-nyenggol motor sampe bunyi mulu nggak berhenti-berhenti. Kadang tanpa disentuh tiba-tiba bunyi, atau ada orang lewat yang suka iseng megang-megang motor tiba-tiba kaget saat megang tuh motor dan alarmnya bunyi, atau dengan sengaja kita manggil orang yang lewat untuk megang tuh motor hingga kontan kami tertawa saat melihat mereka kaget mendengar alarm yang tiba-tiba bunyi. Bukan sulap bukan sihir, sesimpel itulah gelak tawa muncul di raut kami.

Setiap kejadian nggak mungkin selalu klimaks, dan ya, tepat di ujung klimaks tawa kami tiba-tiba *ehem* si wakasek keluar dari kelas dan menatap kami dengan pandangan murka. Tawa mereda, dan disini lah anti klimaks dimulai, si wakasek alias Bu Mamik mendatangi kami dan dengan sak penake dhewe bilang "pokoknya kalian yang bertanggung jawab" what??? motornya siapa eh yang kena marah siapa zzzz . Ya emang sih di satu sisi kita salah karena nyenggol-nyenggol tuh motor sampe berisik, tapi bukan salah kami sepenuhnya laaah, toh kalau si pemilik motor nggak masang alarm otomatis nggak akan ada kebisingan walau  seberapa banyakpun kita nyenggol tuh motor. Dan akhirnya saking emosinya atau gimana Bu Mamik langsung inisiatif nyatet plat nomernya, nyita helmnya, dan *jreng jreng jreng* "pengumuman, bagi pemilik kendaraan sepeda motor H **** W diharap mematikan alarmnya karena mengganggu kenyamanan belajar". Diumumin lewat interkom eh si motor nggak terima, tanpa diminta tanpa dirayu tanpa dibujuk dan tanpa disenggol si motor protes dengan membunyikan alarmnya sendiri. Dan entah darimana datangnya, si pemilik motor secara sembunyi-sembunyi mematikan alarm dari jarak jauh. Malu kali yaaa hihihi.

Ini masih belum "the end" . Karena penasaran sama si pemilik motor, kita nunggu di depan koperasi sambil latian drama. Dan entah berapa lama kita nunggu tiba-tiba "Ciyeeeeeee!!" anak sekelas nyorakin si pemilik motor yang entah kapan datangnya tiba-tiba udah di atas motor. Kayaknya malu banget deeeh, yang sabar ya, kamu pasti kuat! haha.




0 komentar:

Poskan Komentar