Jika Aku Menjadi PCL – Summary #SpecialEpisode

Posted by Leila Husna On Selasa, 27 Mei 2014 0 komentar

Memori mundur ke belakang, berhenti di satu titik, tepat dimana takdir menuntun kita untuk bertemu. Dari yang sebenarnya terjangkau tapi tak saling kenal, hingga yang sama sekali tak terjangkau dan tak pernah terbayangkan akan saling mengenal, Allah mempertemukan kita, disini, di PKL 53, di sebuah desa bernama Nambah Dadi dan Ono Harjo, Kec. Terbanggi Besar, Kab.Lampung Tengah :)

logo PKL 53
Biar kata orang tempat kita terpencil. Biar kenyataannya pun demikian terpencil. Biar tempat kita katanya banyak begal. Biar kenyataannya pun demikian rawan. Biar jam 6 malem udah harus “digiring ke kandang”. Biar jalanannya licin bletok-bletok luar biasa. Biar jalanannya bergelombang mendul-mendul udah persis kayak naik odong-odong. Biar mau ke alfamart harus lompat ke kecamatan sebelah. Biar tempat wisatanya cuma sawah dan irigasi. Biar sekalinya ada plaza tapi lebih mirip kayak pasar Jatinegara. Biar sekalinya ada karaoke tapi ternyata hanya sebuah cafe dengan soundsystem di bagian luar (outdoor), dimana kalo kita nyanyi, seantero Tapus denger semua. Biar hiburannya cuma chibi maruko chan. Biar kenyataannya demikian, demikian, dan demikian. Tapi bisa dipertemukan dengan orang-orang gila, segila tim 46, hingga orang-orang luar biasa baik, sebaik keluarga pak Kesmi, itu sudah cukup. Seriously, enough :') Karena bahagia itu tidak harus ditempatkan di tempat mewah dengan fasilitas-fasilitas yang mewah pula. Karena bahagia itu sederhana. Karena bahagia itu bersyukur. Dan semudah itulah Allah menyenangkan hati kami. Meninggalkan jejak-jejak tawa di setiap sudut Ono Harjo dan Nambah Dadi. Tempat yang kemungkinan untuk kembali kesana hanya 0,0000 sekian persen. Tempat yang mempertemukan kita dengan orang-orang luar biasa yang kemungkinan untuk bertemu kembali hanya 0,0000 sekian persen. Meski demikian, sama dengan apa yang yang terjadi kemarin, hari ini, dan lusa, kita tidak pernah tahu. Kita boleh  berkemungkinan, kita boleh bicara peluang, tapi urusan takdir, siapa yang tahu.. Jika takdir menuntun kita untuk bertemu kembali, kita akan bertemu, InsyaAllah.


video by Risky


L’s

0 komentar:

Poskan Komentar