Pelatihan Petugas

Posted by Leila Husna On Selasa, 13 Mei 2014 0 komentar

Setelah analisis bab satu-dua siap, kuesioner siap, pengambilan sampel blok sensus dan segala macemnya pun siap, step selanjutnya adalah pengumpulan data di lapangan, atau biasa kita sebut pencacahan.

Dari 454 mahasiswa angkatan 53, setelah dikurang-kurangi BPH, korlap, korwil, dan segala macemnya yang nggak bertugas nyacah, terbentuklah 108 tim pencacahan yang masing-masing tim terdiri dari 1 kortim (koor tim) dan 2-3 PCL (pencacah lapangan). Tim-tim tersebut selanjutnya akan disebar ke 3 tempat, yakni Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pringsewu, untuk melisting/mendata seluruh rumah tangga di blok sensus terpilih. Nantinya, dari seluruh rumah tangga yang udah kita listing, kita pilih random sekitar 5000an sampel rumah tangga untuk kita data lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih rinci.

Naaah, sebelum kita tejun ke lapangan, ada salah satu agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh petugas pencacahan, yaitu Pelatihan Petugas. Pertanyaannya, kenapa kita harus dilatih? Kenapa mau ngedata orang aja kudu dilatih? Tujuan paling pentingnya yaitu untuk menyamakan konsep dan definisi. Menyamakan konsep di 454 kepala itu nggak mudah lho guys. Dari konsep paling dasar kayak konsep rumah tangga, anggota rumah tangga, bekerja atau tidak bekerja, sampai konsep yang paling belibet pun kudu sama. Kasarannya sih, bahkan kalo salah konsep pun lebih baik salah semua dari pada ada yang salah dan ada yang bener. See?

Dari 454 mahasiswa angkatan 53, dipilih 4 Intama (Instruktur Utama) dan 42 Inkam (Instruktur Kampus). 4 Intama akan melatih 42 Inkam, dan para Inkam inilah yang nantinya akan melatih petugas.


Pelatihan Petugas dilaksanakan selama 3 hari (15-17 April), dari jam setengah 8 pagi sampai jam 6 sore. Pelatihan hari pertama ngebahas tentang listing, hari kedua mengupas tuntas kuesioner Pekerjaan, dan bahasan hari ketiga adalah kuesioner Usaha. Bahasan pelatihan petugas tiap harinya itu nggak jauh-jauh dari konsep dan definisi tiap rincian pertanyaan di kuesioner, studi kasus dan tanya jawab, role playing, dan penegasan. Nah dari ketiga hari tersebut, yang paling berat adalah hari ketiga, istilahnya itu udah mabok konsep dari pelatihan 2 hari yang lalu, trus ditambah lagi konsep kuesioner usaha yang ribetnya luar biasa. Ngomongin masalah omzet lah, pengeluaran bulanan yang pertanyaannya sedemikian rinci lah, duh kepala makin pening. Petugasnya aja mabok sama kuesioner, gimana respondennya?

bahan-bahan pelatgas yang bikin puyeng tujuh keliling
Begitu pelatihan hari ketiga selesai, rasanya plooooong banget. Beban berasa rontok semua. Taaaapi, bukan ini endingnya, kata “santai” masih jauh dan belum tergapai di depan. Ini baru awal cuy, awal dari sebuah perjalanan yang aaamaaaat panjaaaaaang. *Sepanjang apa lel?* Sepanjang 12 hari :3 Sepanjang jalan kenangaaaaaan ~

L’s

0 komentar:

Poskan Komentar