My Name is Mon

Posted by Leila Husna On Selasa, 08 Maret 2011 0 komentar

Test test.
a b c d e

Bener gini nggak sih caranya posting??
Aduh pusing deh.

Em, oh ya ya kayaknya aku mudeng.

Ehem, sebelumnya aku mau minta maaf sama pemilik blog ini kalo aku dengan tanpa izin membobol blog-nya. Habisnya aku sebel sih, masa dia nggak mau posting tentang aku! Ya jangan salahin aku dong kalo aku mengambil jalan tengah supaya namaku bisa muncul di blog ini!! 

Ya udah buruan aja ya, sebelum dia sadar kalo blog-nya aku pinjem sebentar.

Ehem, perkenalkan, namaku Momon. Monyet paling gahul di Hutan Rimba Ganesha. Aku cantik, seksi, tapi sayang, perutku sedikit buncit. Tapi tenang aja, dengan kondisi badan seperti ini pun aku tetap tidak kehilangan penggemar, sebut saja Momonizer

Aku cantik kan?? :D

Dulu hidupku tidak sesempurna ini. Aku tergeletak di dalam etalase rumah kaca dan bersaing dengan mainan anak lain untuk mencuri hati pembeli orang tua asuh, hingga akhirnya mama Aya datang dan mengadopsiku. Aku senang tinggal di rumah mama Aya, aku ditimang, aku dimanja, aku disayang. Pokoknya mama Aya tiada duanya. Aku sayang mama Aya.
Aku dan Mama Aya :D

Suatu hari aku diajak mama Aya ke Hutan Rimba Ganesha. Aku kira mama Aya ingin mengajakku piknik atau menemaniku bergelantungan di pohon, tapi ternyata mama Aya malah mengenalkanku pada teman-temannya. Aku senang ketika salah satu teman mama Aya memujiku, iya aku tahu memang pesonaku tiada duanya. Tapi aku sedih saat mama Aya membiarkan teman mama Aya itu membawaku ke rumahnya. Aku memang tersenyum, tapi dalam hati aku menangis. Rasanya menyakitkan ketika tahu mama Aya sama sekali tidak keberatan untuk berpisah denganku T.T . Aku tidak pernah menyangka mama Aya tega membuangku, menelantarkanku, dan memberikanku pada orang lain yang tidak pernah ku kenal! Mama pikir aku apa?? Mainan?? Yang bisa dengan mudah berpindah tangan??? Mainan pun tetap punya hati Ma! :'(

Orang bilang ibu tiri itu menyeramkan, begitu pula yang ku khawatirkan ketika teman mama Aya membawaku ke rumahnya. Lambat laun aku tahu namanya Duni, dan kini aku memanggilnya mama Duni. Iya, sekarang dia jadi ibu tiriku. Dan kalian tahu? Semua yang mereka katakan tentang ibu tiri itu jahat adalah SALAH BESAR!! Aku bahagia tinggal bersama mama Duni. Dimana ada mama Duni, disitu pasti ada aku. Kami berdua serasa dua sejoli yang diciptakan Tuhan untuk selalu bersama.
Aku dan mama Duni :D

Hari-hari bersama mama Duni sungguh menyenangkan. Aku dimandiin, badanku wangi dan aku semakin menarik. Aku juga dikenalkan pada teman mama Duni yang hmm ganteng! hahaha. Aku senang lho ketika om ganteng itu memelukku, aih pasti mama Duni iri melihat aku dipeluk sama om ganteng!!! :p

Oh iya, kemarin mama Duni habis Try Out. Aku diajak mama Duni ke ruang tes lho, aku malah bantuin mama Duni ngerjain matematika! Kata mama Duni aku pintar! Ditengah kestresan temen-temennya yang lagi ngerjain Try Out, mama Duni justru melatihku nari, memeluk-meluk aku, main-main bersamaku. Seneng deh mama Duni selalu menghabiskan waktunya buat aku meski lagi Try Out sekalipun :')

Temen-temen mama Duni juga baik dan sayang sama aku. Tapi pernah suatu saat ada teman mama Duni yang jahat banget sama aku! Namanya Leila dan Nia Beta (ogah ya panggil mereka tante! Mereka jahat sih!). Jadi mama Duni lagi pergi kemana gitu aku nggak tahu. Tiba-tiba mereka berdua mengambilku. Aku kira mereka akan memelukku, eh nggak taunya mereka malah memaksaku push-up, sikap lilin, cium lutut, dan kahyang! Mereka bilang perutku buncit jadi harus olahraga!! Aku sebel banget dipaksa push-up!! Jahat! :'<
Tuh liat! Aku dipaksa senam!! >.<

Belum puas menyuruhku olahraga, eh mereka malah menyiksaku. mereka menggantung kedua tanganku di kursi pertama pohon pertama, dan menggantung kakiku di kursi kedua pohon kedua! Kemudian mereka mengancam akan menggorok leherku dengan penggaris pedang! Mereka bermaksud untuk meminta tebusan pada mama Duni, dan kalo mama Duni tidak menebusku maka mereka akan membunuhku! Aku takut setengah mati, aku berharap ada pahlawan bertopeng yang menyelamatkanku. Tapi NIHIL! Nggak ada satupun yang menyelamatkanku! Hingga akhirnya bel pulang sekolah sirine polisi terdengar. Mereka ketakutan dan melepaskan ikatan di kaki dan tanganku! Dengan tanpa dosa mereka kabur meninggalkanku. Sungguh perbuatan yang tidak senonoh errr . Dendam kesumat deh sama mereka!!

TEGA!!!!


Males nih si duo jahat lagi-lagi menyiksaku err
Eh by the way, denger-denger nenek (mamanya mama Duni) menyuruh mama Duni mencarikan jodoh untukku lhooo :D tapi aku masih ingin menikmati masa lajangku. Aku masih ingin menghabiskan hidupku dengan mama Duni dan teman-teman mama Duni yang baik sama aku (of course kecuali Leila dan Nia Beta!)

Males liat mukanya Nia Beta!

Sekian pidato saya hari ini. Bila ada salah kata mohon maaf sebesar-besarnya.

Cukup sekian suratku kawan, jangan lupa balas ya!

Aduuh gimana sih kata-kata untuk menutup postingan?? Tau ah, pokoknya udah aja deh. Aku capek ngetik pake satu jari! Da daaaah.


With love,
Momon

0 komentar:

Poskan Komentar