#Part 3 -FILM-

Posted by Leila Husna On Rabu, 10 November 2010 0 komentar

Kali ini perbincanganku dengan Nia Beta beralih ke urusan film. Entah deh, setelah di jemur di lapangan, omongan kami jadi sedikit mutu tapi tetep aja mutunya sedikit nggak mutunya banyak. Entah gimana mulainya, tiba-tiba kami membicarakan film korea "Jewel in the Palace". Ya, Janggem, si cantik yang pintar memasak dan mengobati. Kagum aja sama film Korea yang diangkat dari kisah lama bisa semenakjubkan itu. Bandingkan saja dengan film Indonesia, Angling Darma misalnya, sama-sama film kerajaan tapi lama-lama mbosenin juga, mana banyak adegan berantem sambil lari di udara pula, unreal banget. Begitu pula dengan film-film yang ada di Indosiar dan TPI yang banyak animasi anehnya, binatang bisa bicara, adegan di taman yang di kelilingi bunga palsu, hah capek deh. Gimana bisa maju coba kalo filmnya semacam itu. Sinetron juga kebanyakan episode, udah tamat eh dilanjut lagi sampe seri ke-6 cekaceka. Emang udah mendarah daging di perfilman Indonesia : Kalau filmnya laris nggak selesei-selesei! Kalau film orang lain laris eh ikut-ikutan! Mana kreasinya??? Mendingan lihat Kick Andy aja, lebih jauh sangat bermutu.

Sekarang cek deh film bioskop Indonesia yang kebanyakan genre horor dengan judul aneh-aneh dan hampir semuanya mengandung unsur 17++. Paraaaaah. Mau di bawa kemana moral bangsa kalo tontonannya aja kayak gitu??

Untung dibalik semua kenegativan perfilman Indonesia masih ada film-film yang bermutu, yang nggak cuma nyari untung doang tapi juga membantu memperbaiki moral bangsa, kayak film NagaBonar, Merah Putih, Sang Pencerah, Laskar Pelangi, Denias, dll.

To be continued. . .

0 komentar:

Poskan Komentar