Entahlah

Posted by Leila Husna On Minggu, 05 Desember 2010 0 komentar

"Mbak..mbak.."
"Hah? kenapa?"
"Ada yang ketuk pintu"
Lihat jam, setengah 4 pagi. Kami diam, hanya saling menatap. Hening, tak ada suara, adikku (cewek) hanya mimpi, pikirku. Aku berbaring lagi, melanjutkan tidur, sementara adikku ikut berbaring di sebelahku, pasti takut, aku tau mimik wajahnya ketakutan.
tok tok tok "La..bukain pintu. Lela!!"
Aku tersentak, ternyata adikku nggak mimpi dan aku familiar dengan suaranya. Itu Ibu! Sekali lagi melihat jam, setengah 4 pagi. Ibu pulang setengah 4 pagi? Nggak salah?? Bukannya seharusnya Ibu pulang besok Selasa?
Aku beranjak dari tempat tidur, sementara adikku mengikutiku dari belakang. Setengah sadar aku menuruni tangga. Tok tok tok suaranya kian keras. Ku buka pintu pelan-pelan, aku mengintip dari dalam. Sosok pria yang ku lihat, ku kucek mataku, ah, mas Budi ternyata, sedangkan Ibu ada di belakang mas Budi dan menyambutku dengan senyum, cantik sekali.
"Katanya pulang Selasa? Kok pulang jam segini?"
"Pakde Bus struk, makanya ibu pulang gasik. Besok Ibu mau ke Boyolali."
"Ibu naek apa barusan?"
"Naek taksi. Ternyata dari Sukun sampe sini cuma 10ribu. Murah yaa..blablabla"

***

Aku terbangun. Lihat jam, pukul 9 pagi. Semalam aku mimpi Ibu pulang. Hm, mungkin aku kangen kali yaa, pikirku.
Aku beranjak dari tempat tidur, menuruni tangga, melihat adikku (cowok) sedang nonton TV. Bau makanan, ya aku mencium bau makanan. Bagaimana mungkin adikku masak?? Apa mungkin dia sebegitu kelaparannya hingga bikin makanan sendiri tanpa menungguku membikinkannya? Aku buka tudung saji. Banyak sekali makanananya. Aku ragu jika adikku yang memasak. Ah entahlah mungkin ada tetangga yang baik hati mau mengirim makanan untuk kami yang kelaparan.

"Kamu minum freshtea-nya siapa?"
"Mas Budi"
"Lhoh? ada mas Budi? mana?" Berarti semalem bukan mimpi.
"Ya nggak ada. Kan lagi pergi." Oh berarti semalem aku memang mimpi.
"Nah tuh yang masak siapa?"
"Ibu"
"Lhoh ada Ibu??" Sebenernya semalem itu mimpi atau bukan?
"Lho gimana tho mbak? kan semalem kamu yang bukain pintu."
"Oh iya ya? Kirain aku cuma mimpi. Nah sekarang Ibu mana?"
 "Ke Boyolali sama mas Budi, jenguk Pakde Bus"
"Oh iya ya, aku lupa."

***
 15.52 (tepat saat aku sedang mengetik post ini)
Pesan masuk, dari Ibu.
"Ibu lagi di Jogja. Ibu bingung, mau pulang tapi jalannya ketutup lumpur setengah meter, masih banjir lahar dingin. Sama sekali nggak bisa lewat. Insya Allah pulangnya lewat Kartosuro."

Entahlah, aku galau membaca pesan pendek dari Ibu. Semoga semuanya baik-baik saja. Amin.

0 komentar:

Poskan Komentar